Langsung ke konten utama

DRUMSET


 

Asal dan Sejarah

Drumset, juga dikenal sebagai drum kit, merupakan alat musik perkusi modern yang berasal dari penggabungan berbagai instrumen perkusi tradisional yang dimainkan secara bersamaan oleh satu orang.
Drumset mulai berkembang di Amerika Serikat pada awal abad ke-20, terutama di lingkungan musik jazz dan vaudeville. Sebelumnya, satu drum dimainkan oleh satu orang. Namun, karena kebutuhan ruang dan efisiensi dalam pertunjukan, para musisi mulai menggabungkan beberapa drum dan simbal menjadi satu set.

Inovasi seperti bass drum pedal (oleh William Ludwig pada 1909) memungkinkan pemain memainkan lebih banyak bagian secara bersamaan, dan menjadi tonggak penting dalam sejarah drumset modern. Seiring berkembangnya genre musik populer seperti rock, funk, pop, dan metal, drumset pun mengalami banyak modifikasi dan variasi.

Drumset biasanya dijual dengan harga Rp5.000.000 hingga Rp50.000.000.



Bentuk dan Cara Main

Drumset terdiri dari beberapa komponen utama yang dimainkan secara kombinatif menggunakan tongkat drum (stick), brush, atau mallet, dan juga pedal kaki. Komponen standar drumset meliputi:

  1. Bass Drum (kick drum) – Drum terbesar yang dimainkan dengan pedal kaki.

  2. Snare Drum – Drum utama dengan suara tajam, biasanya diletakkan di depan pemain.

  3. Tom-Tom – Drum bulat dengan nada berbeda (ada rack tom dan floor tom).

  4. Hi-Hat – Dua simbal yang disusun vertikal dan dikendalikan dengan pedal kaki.

  5. Crash Cymbal – Simbal untuk aksen kuat.

  6. Ride Cymbal – Simbal untuk ritme dan ketukan stabil.

Beberapa set drum profesional juga mencakup:

  • China cymbal, splash cymbal, cowbell, dan tambourine attachment.

  • Elektronik tambahan seperti trigger, pad digital, atau drum elektrik hybrid.

Cara memainkannya:

  • Menggunakan dua tangan dan dua kaki secara koordinatif,

  • Tangan memainkan snare, tom, dan simbal,

  • Kaki kanan menginjak pedal bass drum, dan kaki kiri mengontrol hi-hat.

Fungsi dan Peran

Drumset merupakan tulang punggung ritmis dalam banyak jenis musik modern. Peran utamanya adalah:

  • Menjaga tempo dan struktur ritmis lagu,

  • Menambah dinamika dan kekuatan emosional,

  • Memberikan groove dan feel yang membentuk karakter musik.

Drumset digunakan dalam:

  • Jazz (dengan permainan dinamis dan improvisasi brush),

  • Rock dan Pop (untuk beat yang kuat dan steady),

  • Funk dan R&B (dengan groove syncopated dan teknik ghost note),

  • Metal (dengan double bass pedal dan pola kompleks),

  • Fusion dan elektronik (sering dikombinasikan dengan mesin drum dan synth).

Drummer juga sering menggunakan teknik khusus seperti:

  • Drum fill (variasi ritme pendek),

  • Rudiment (pola dasar latihan),

  • Polyrhythm dan odd time signature dalam musik progresif.

Beberapa drummer legendaris seperti Buddy Rich, Neil Peart, John Bonham, Steve Gadd, hingga Travis Barker menunjukkan bahwa drumset bukan hanya pengiring, tapi juga alat ekspresi artistik dan performatif yang luar biasa.

sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Drum_kit

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HERPA

Asal dan Sejarah Harpa adalah salah satu alat musik dawai tertua di dunia , dengan asal-usul yang dapat ditelusuri hingga 5000 tahun yang lalu di kawasan Mesir, Mesopotamia, dan Persia kuno . Bentuk awal harpa muncul dalam lukisan dinding kuil dan artefak kuno. Harpa kemudian berkembang di Eropa selama Abad Pertengahan dan Renaisans, menjadi alat musik penting di kalangan bangsawan dan gereja. Di Irlandia dan Skotlandia, harpa memiliki posisi budaya yang sangat kuat dan dianggap sebagai simbol nasional , terutama dalam bentuk harpa Celtic . Harpa konser modern (pedal harp) yang kita kenal sekarang mulai berkembang pada abad ke-19 di Prancis berkat inovasi mekanis dari Sébastien Érard , yang menciptakan sistem pedal untuk mengubah nada. Harpa biasanya dibanderol mulai Rp5.000.000 hingga Rp200.000.000, tergantung ukuran. Bentuk dan Cara Main Harpa adalah alat musik dawai petik vertikal dengan bentuk seperti segitiga melengkung, terdiri dari tiga bagian utama: Pilar (leher harpa...

BALAFON

  Asal dan Sejarah Balafon adalah alat musik tradisional perkusi yang berasal dari wilayah Afrika Barat, khususnya di negara-negara seperti Mali, Guinea, Burkina Faso, dan Senegal. Alat musik ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan menjadi bagian penting dalam tradisi musik serta kehidupan sosial masyarakat Afrika Barat. Balafon digunakan dalam berbagai upacara adat, festival, dan sebagai media bercerita melalui musik. Dalam masyarakat tradisional, balafon juga sering dimainkan oleh para griot (pendongeng dan musisi profesional) sebagai alat untuk mengiringi lagu dan cerita sejarah. Balafon memiliki harga kisaran Rp1.500.000 hingga Rp5.000.000. Bentuk dan Cara Main Balafon terdiri dari bilah-bilah kayu yang disusun secara horizontal menyerupai keyboard, dengan ukuran bilah berbeda-beda untuk menghasilkan berbagai nada. Ciri-ciri balafon: Bilah kayu biasanya terbuat dari kayu keras seperti kayu rosewood atau kayu keras lokal lainnya. Di bawah setiap bilah terdapat reso...

SAPE

  Asal dan Sejarah Sape’ adalah alat musik tradisional berdawai dari suku Dayak , terutama Dayak Kenyah dan Kayan di pedalaman Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara . Nama "sape’" dalam bahasa Dayak berarti "memetik" atau "alat petik". Awalnya, sape’ digunakan untuk mengiringi tarian tradisional dan ritual adat , seperti penyambutan tamu kehormatan, upacara panen, atau persembahan kepada roh leluhur. Dulu sape’ memiliki dua atau tiga senar dan dimainkan untuk musik instrumental ritual, terutama untuk menenangkan jiwa atau sebagai hiburan malam. Seiring waktu, sape’ mengalami perkembangan bentuk dan fungsi , dan kini dikenal luas di panggung nasional hingga internasional sebagai simbol kekayaan budaya Kalimantan. Sape dijual dengan harga Rp2.500.000 sampai Rp10.000.000. Bentuk dan Cara Main Sape’ berbentuk seperti gitar panjang berukir , terbuat dari kayu ringan (biasanya kayu adau atau kayu meranti) yang dipahat dari satu bongkahan kayu utuh. Ci...