Langsung ke konten utama

KOLINTANG


 

Asal dan Sejarah

Kolintang (atau kulintang) berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara. Alat musik ini sudah dikenal sejak zaman dahulu kala, bahkan sebelum kedatangan bangsa Eropa di Nusantara. Nama "kolintang" berasal dari bunyi yang dihasilkan oleh alat musik ini: "tong" (nada rendah), "ting" (nada tinggi), dan "tang" (nada sedang).

Bentuk dan Cara Main

Kolintang terdiri dari bilah-bilah kayu yang disusun secara horizontal di atas sebuah resonator. Kayu yang digunakan biasanya ringan dan memiliki resonansi suara yang baik, seperti kayu waru, kayu wenang, atau kayu telur.

Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan stik khusus. Setiap bilah menghasilkan nada yang berbeda, dan kolintang biasanya dimainkan dalam kelompok dengan pembagian fungsi melodi, harmoni, dan bass.

Kolintang memiliki harga antara Rp3.000.000 hingga Rp25.000.000.


Fungsi dan Peran

Dahulu, kolintang digunakan dalam upacara adat, penghormatan arwah leluhur, dan ritual keagamaan. Kini, kolintang lebih sering dimainkan dalam pertunjukan musik, baik tradisional maupun modern, bahkan diiringi dengan alat musik barat.Kolintang juga digunakan dalam pendidikan dan sebagai alat diplomasi budaya Indonesia di luar negeri.

sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Kolintang

https://en.wikipedia.org/wiki/Kolintang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REBANA

  Asal dan Sejarah Rebana adalah alat musik perkusi tradisional yang berasal dari kawasan Timur Tengah , dan diperkenalkan ke wilayah Nusantara melalui penyebaran agama Islam oleh para pedagang dan ulama Arab, Persia, dan India sejak abad ke-13. Sejak saat itu, rebana berkembang dan menyatu dengan budaya lokal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan sebagian Thailand selatan . Nama "rebana" diyakini berasal dari kata Arab "rabbān" , yang berarti "pemimpin" atau "pengatur", mencerminkan fungsinya sebagai pengatur ritme dalam pertunjukan musik religius. Rebana sangat identik dengan musik bernuansa Islami , terutama qasidah, marawis, hadrah, salawatan, dan zikir . Rebana memiliki harga antara Rp300.000 hingga Rp2.000.000. Bentuk dan Cara Main Rebana berbentuk bundar pipih seperti tamborin , terdiri dari: Rangka kayu melingkar (biasanya dari kayu nangka, mahoni, atau kelapa) Membran kulit (dari kulit kambing atau sapi) yang direntangkan d...

REBAB

Asal dan Sejarah Rebab adalah alat musik gesek berdawai yang berasal dari kawasan Timur Tengah, khususnya Arab, Persia, dan Asia Selatan, dan telah dikenal sejak abad ke-8 atau lebih awal. Alat musik ini menyebar ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia, melalui jalur perdagangan dan penyebaran Islam. Di Nusantara, rebab berkembang menjadi bagian penting dalam berbagai kesenian tradisional, seperti gamelan Jawa dan Sunda , musik Melayu, dan musik tradisi Timur Tengah yang berpengaruh di Indonesia. Rebab memiliki peranan penting dalam mengiringi cerita wayang, lagu-lagu tradisional, dan pertunjukan seni rakyat. Rebab memiliki kisaran harga Rp500.000 hingga Rp5.000.000.   Bentuk dan Cara Main Rebab memiliki bentuk yang beragam tergantung daerah dan tradisi, tetapi secara umum terdiri dari: Badan kecil dan panjang , biasanya terbuat dari kayu yang dilapisi kulit di bagian depan sebagai resonator. Dawai (senar) biasanya 1 sampai 3 buah , yang dimainkan dengan cara di...

SHAMISEN

  Asal dan Sejarah Shamisen adalah alat musik tradisional Jepang yang berasal dari abad ke-16. Instrumen ini dikembangkan dari alat musik China dan Asia Tenggara bernama sanxian , yang merupakan alat musik berdawai tiga senar juga. Shamisen kemudian diadaptasi dan dikembangkan menjadi ciri khas musik Jepang. Shamisen menjadi sangat populer dalam berbagai bentuk seni tradisional Jepang, termasuk kabuki (teater klasik), bunraku (teater boneka), dan musik rakyat Jepang (min'yō) . Shamisen juga kerap digunakan untuk mengiringi nyanyian dan cerita rakyat. Shamisen dapat dibeli dengan harga Rp3.000.000 sampai Rp15.000.000. Bentuk dan Cara Main Shamisen berbentuk seperti gitar kecil dengan tiga senar yang terbuat dari sutra atau nilon. Ciri khas bentuk shamisen: Tubuh kotak (do) yang terbuat dari kayu, dengan bagian depan ditutupi kulit binatang seperti kucing atau anjing (dulu) , namun sekarang sering menggunakan bahan sintetis. Leher panjang dan tipis (sao) tanpa fret. S...